Berkaca
Berkaca Oleh: Adella Nurfadila Malam itu berbahaya, semua pintu terkunci dan kau tak bisa keluar dari kesedihanmu sendiri. Seperti dari jendela, kau menemukan dirimu di langit. Seakan berkaca pada kaca yang sangat besar, jelas terlihat mirip. Jika ada bintang jatuh, mungkin kau akan berdoa. Agar matamu dan malam tak lagi sama, kecuali cahaya bulan. Lalu hujan jatuh melubangi jalan, seperti kesedihan di dadamu. Terdengar bunyi: sepi, sepi, sepi--begitu panjang, seperti perjalanan. Pecah di mata, mengalir jadi sungai. Bermuara ke laut, jadi sedalam laut. Dan ombak-ombak menari, agar sepi punya bunyi. Berlarian menuju pantai, menghapus nama seseorang. Garut, 09 November 2019